Tampilkan postingan dengan label ilmuan kanada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmuan kanada. Tampilkan semua postingan

Ilmuwan Temukan Kunci Periode Evolusi Manusia


Philadelphia – Sisa-sisa peninggalan seorang anak dari 108.000 tahun silam memberi pandangan pada periode kunci evolusi manusia. Seperti apa?

Tim yang dipimpin kurator Harold Dibble di University of Pennsylvania Museum of Archeology and Anthropology berhasil menemukan tengkorak dan tubuh bagian atas seorang anak di Maroko, tahun lalu.

Hasil analisa gigi anak ini membuat tim Dibble bisa memperkirakan usia anak ini, yakni 6-8 tahun. Dibble menamakan anak ini ‘Bouchra,’ bahasa Arab ‘berita bagus’. Meski nama itu terdengar feminim, anak ini merupakan anak laki-laki.

Di periode anak ini hidup, Homo Sapiens modern bergabung di Afrika dan mulai menyebar ke Timur Tengah. Sementara itu, Neanderthals memenuhi Eurasia.

“Temuan ini sesuai debat global mengenai cara dan dimana serta kapan manusia modern muncul,” ujar Dibble.

Arkeolog Curtis Marean dari Arizona State University mengatakan, temuan ini, “Menggabungkan sampel sangat kecil dari peninggalan hominid di Afrika dari periode tersebut. Kita tak tahu banyak mengenai populasi manusia saat itu”.

Marean menambahkan, usia anak ini sangat menarik bagi sains. Pasalnya seperti ditulis Philadelphia Inquirer , "Temuan ini merupakan anak pertama yang berasal dari periode krusial saat itu," papar Marean.

Meski tengkorak anak ini belum dirilis ke komunitas ilmiah dan tim ini belum menerbitkan makalah mengenai temuan ini, informasi mengenai temuan ini akan disiarkan National Geographic yang mendanai penggalian ini.

continue reading

Ilmuan Kanada Temukan Vaksin HIV


Seorang ilmuwan asal Kanada mengklaim selangkah lagi dapat membuat vaksin antivirus HIV, yang sampai saat ini belum ditemukan penyebabnya.

Adalah Dr John Mascola, ilmuwan asal Kanada, yang mengaku telah mengembangkan vaksin yang mampu mengurangi virus HIV di dalam tubuh manusia.

Menurutnya, vaksin tersebut diambil dari sistem kekebalan tubuh dan mampu menetralisir sebanyak 90 persen kelompok strain HIV 1, yang merupakan subtipe genetik virus utama.
“Dari ujicoba yang kami lakukan, kami memahami mengapa virus itu hanya terdapat di dalam tubuh pasien HIV dan bukan penderita lainnya. Penelitian Itu membantu kami memproses vaksin antiHIV,” kata Mascola.

continue reading